Tapi aku lelaki gunung, VENUS

Tapi aku lelaki gunung, VENUS….
Sering merenung di taman yang dirubung ilalang dan rerumputan. Di gunung aku telah tumbuh seperti burung yang menciptakan sarang kebebasan dari dahan dan daun – daun. Berkicau setiap melihat kesetiaan matahari pada pagi, saat muncul dari balik rerimbun pohon – pohon yang telah ditumbuhi kabut. Dengan bahasa lelaki, aku mengepakkan sayap – sayap kecilku di sepanjang lereng yang gersang. Sebab langit senja selalu melukisnya dengan cahayanya yang jingga. Maka aku pun menjadi lelaki petualang yang sering singgah dari kampung ke kampung, dari kota ke kota, dari pulau ke pulau. Sampai suatu ketika aku merindukan persinggahan terakhir di rembang usia.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s