PERPISAHAN PADA MALAM GERGASI

Kepada yang tersayang : sastra

Pada malam gergasi itu aku menemuimu dengan sepasang sayap malaikat
Dedaunan berguguran di samping jendela

“Ini pancaroba yang lelah” bisikmu nelangsa

Tapi angin masih menggugurkannya

Aku melihat mu menyentuh pintu, mengecup jendela

Kemudan pergi ke bawah ranjang

Kau takut?

Tidak ! aku mati…. Kau akan kehilanganku,

Nisanku tak berpahat dan kuburku tanpa gundukan. Apa masih kau sebut ini ketakutanmu yang berbayang selalu pada malam malam gergasi yang kau cipta?”

Sepasang sayap yang kupakai adalah renda tangan – tangan mungilmu dulu sewaktu kita masih berkencan di tapal kota

Sepasang sayap senyap dan berguguran di samping jendela.

Created by : itong
Lombok Imaji 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s