Surat dari Ibu

Anaku…. Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya. Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal … Continue reading Surat dari Ibu

Advertisements

Cerpen “Takkan Berakhir”

Aku kehilangan.... Sosok sahabat yang mampu membawaku memetik harapan di kilauan bintang-gemintang telah pergi dan tak kan kembali. Aku bertanya pada matahari pagi, ke mana sahabatku? Aku juga mencoba mencari jejak nafasnya di tetes embun pagi. Namun, aku tetap tak mendapatkan jawaban apa-apa. Aku kehilangan. Ia yang baru kemarin masih tersenyum padaku telah pergi membawa sisa kenangan. Anti, sahabatku yang periang, sehari tanpa kehadiranmu menggores siluet luka dan kesunyian di tiap detak jantungku. Anti, mengapa kau harus pergi tanpa pamit? Anti selalu membagi hari-harinya yang ceria bersamaku. Ia selalu menyambutku dengan tangan terbuka. Ia menerimaku sebagai sahabat dengan segala kekurangan yang aku miliki. Bersamanya aku tenang. Bersamanya aku merasa berarti. Cukup hanya dengan bersamanya, aku merasa tak butuh sahabat yang lain.

Cerpen “Gadis Kecil yang Tengah Mengeja Bahagia”

Aku mengenal seorang gadis kecil bernama Tati. Ia baru berumur 9 tahun. Namun, dalam umur yang masih begitu belia, ia harus hidup tanpa ayah, di rumah yang hanya berukuran 4 x 6 meter, bersama seorang ibu yang sangat kuat menjalani kehidupannya dan seorang kakak perempuan dengan keadaan mental yang terbelakang. Tati, tetangga kecilku, menjalani harinya … Continue reading Cerpen “Gadis Kecil yang Tengah Mengeja Bahagia”